12/12/2010

Sepuluh Hari

Sepuluh hari di jakarta ternyata masih terasa kurang ketika aku bertemu saudara-saudaraku secara terpisah pisah.masih terasa kurang ketika di setiap pertemuan selalu saja ada hal baru yang membuatku terkagum-kagum akan sosok mereka.aku fikir aku sudah mengenal sahabat-sahabatku dengan baik namun pada kenyataannya masih banyak hal yang dimana aku harus belajar dari mereka. Ini sekeping dark chocolate yang baru dalam perjalanan hidupku.terima kasih kepada saudariku tersayang Ummonk karena membantuku belajar dan mengerti lebih banyak tentang kehidupanku dan sekitarku.pelajaran berharga pertama ketika dia mengatakan ingin memantaskan diri atas permintaannya pada Allah.maka sudah sepatutnyalah aku tidak hanya berdoa dan meminta padaNya.namun juga membuktikan padaNya bahwa aku pantas dan bisa dipercaya untuk diberikanNya hadiah berupa dikabulkannya permintaanku itu.
Sepuluh hari dijakarta aku belajar bahwa aku masih tidak cukup ramah pada dunia dan lingkungan sosialku. Terima kasih sudah memberi pelajaran bahwa semua orang yang kita jumpai berhak mendapatkan lebih dari sekedar senyuman namun juga sapaan hangat dari kita.aku juga berterima kasih karena ia tidak pernah menunjukkan wajah bosannya dan aku belajar banyak karena itu.
Aku masih saja terpesona melihat kenyataan betapa mudahnya dia dicintai.
Sama halnya untuk sahabatku tenny..meskipun ucapan terima kasih tidak akan berarti terlalu banyak,aku hanya ingin menunjukkan kekagumanku atas pribadi mereka.meskipun kami "peer",aku sangat merasakan kalau aku tidak lebih dari seorang gadis kecil dihadapanmu.betapa dewasanya dia menghadapi kehidupan. Aku tahu hidup tidak akan ada artinya tanpa belajar dan setidaknya aku merasa bangga pada diriku karena bisa mendapatkan pelajaran ini dari mereka.


Tidak ada untung rugi dalam persahabatan..

2 komentar:

duniaummi mengatakan...

I do, darling... aku belajar banyak darimu...

tentang kegigihanmu menggapai mimpi.. membayangkannya dengan sempurna... :) dan aku tahu kamu pantas mendapatkannya...

caramu membayangkan mimpimu mengingatkanku akan seorang tokoh bernama Walt Disney.. *dream, believe, dare, do!*

sangat bangga memiliki saudara sepertimu...

see ya di Sorbon..:)

Anik mengatakan...

kita memang tidak pernah sempurna, tapi Allah mengirimkan kalian yang dapat menyempurnakan hidupku....kita ketemu di Italia ajah bud...ambil tengah..hehe

Posting Komentar