dua hari yang lalu aku baru dapetin visa dari kedutaan belanda. prosesnya alhamdulillah berjalan sangat cepat meskipun pada awalnya sempat bikin BT. gimana enggak...aku harus menunggu berjam-jam hanya untuk dicuekin.
aku sampai dikedutaan sekitar jam sepuluh karena appointment-ku untuk wawancara itu jam 11 dan seharusnya aku akan bertemu dengan seorang bapak yang membantu kepengurusan visaku. namun ketika waktu makin dekat, si bapak malah enggak muncul-muncul, di telponpun nggak ngangkat. aku cuma bisa mondar-mandir di depan pintu masuk kedutaan. dan akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 10.54.aku memutuskan harus masuk dan menanyakan kemungkinan aku mengurus visaku dengan surat-surat yang lain menyusul kemudian. akupun masuk dan mengecek namaku.setelah itu aku mendapatkan nomer pengunjung yang harus kusematkan di baju. tiba-tiba bapak yang memberikanku nomer itu bertanya apa aku orang yang didaftarkan oleh pak suryono, aku bilang aja iya. ternyata pak suryono sudah ada di dalam kedutaan dan memang dia gak bisa anggkat telepon karena di kedutaan tidak diperbolehkan mengaktifkan HP. aku benar-benar merasa lapang saat itu. aku pun bisa bertemu pak suryono dan beliau membantuku mempersiapkan dokumen untuk masuk wawancara.
di dalam ruang tunggu ada enam loket kalo gak salah, satu loket untuk kepengurusan MVV (izin tinggal sementara) dan sisanya untuk mengurus visa kunjungan. aku sempat salah loket, aku maju ke loket tiga dimana loket itu seperti aku bilang tadi hanya untuk orang yang membuat visa kunjungan. karena aku akan tinggal selama satu tahun dibelanda sebagai au pair, maka aku harus mengurus visa di loket satu. kelihatannya orang yang di loket satu itu sangat sibuk. sehingga jarang muncul di loket tempat dia bertugas. aku tetap menunggu hingga giliranku tiba, tapi yang mengesalkan adalah ketika giliranku tiba malah orang lain yang didahulukan. ya dasar akunya ga biasa komplain aku tunggu lagi. setelah si ibu selesai dengan kliennya tersebut beliau bermaksud menutup loket karena jam makan siang sudah terlewat setengah jam. ibu satpam yang dari tadi melihat kearahku tiba- tiba maju dan meyuruhku maju ke loket aku pun bicara dengan si pewawancara visa. aku bilang aku sudah menunggu sedari jam 11 dan appointmentku adalah jam 11. tapi dia bilang "jam makan saya sudah lewat setengah jam, saya harus pergi sekarang", diapun serta merta menutup loket dan yang aku ketahui. tidak akan ada lagi pelayanan wawancara visa setelah jam makan siang. yang ada hanya pengambilan dokumen. akupun kelabakan namun tetap berusaha tenang. ibu satpam yang baik melaporkan keberadaanku pada mbak yang ada di loket tiga. mbak itu mengkonfirmasi ke ibu satpam kalau aku memang sudah sedari tadi menunggu dan dia heran kenapa belum dipanggil padahal sudah ada nomer antrian. akhirnya si mbak bersedia membantuku meskipun itu bukan kewajibannya. aku ditanyai hal-hal berkaitan dengan kemampuan berbahasaku, tempat tinggalku, usia anak2 familyku dan dia juga tanya aku tinggal dimana. setelah dia tahu aku dari banjarmasin, dia malah suruh aku ambil visanya hari itu juga pada sore harinya.aku benar-benar surprised dan bersyukur. karena pada saat itu waktu sudah menunjukkan jam 1 akupun nongkrong di depan kedutaan dan menunggu jam pengambilan visa sekitar jam dua. hari itu adalah step awal langkahku ke eropa. ya Allah..aku semakin mengharap perlindungan-Mu.
12/07/2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar