12/09/2010

Rinai Raga

Sedikit pahit,sekali lagi galau
Tanpa tahu sebab yang menjadikanku gelisah kebingungan
Aku berjuang untuk bangkit dan tertawa
Namun sama bimbangnya untuk memilih apa yang bisa kutertawakan

Maka malam ini sebuah tulisan tercipta
Saatku merenung,meresapi desah gelap raga kerinduan yang melenguh lemah
Rindu pada siapa..akupun sama tidak tahunya

Satu demi satu kemungkinan jawaban aku lerai
Satu demi satu tidak mencukupiku
Aku rasa sepi ini...
Yang membuatku sama rapuhnya dengan sehelai daun yang jatuh didepanku
Tertiup angin..
Mungkin juga rindu ini..
Yang lebih kuat menggenggam hatiku,memerasnya hingga ngilu
Ataukah bosan ini...
Yang tak ragu-ragu menelanku dalam lamunan,khayalan jahat tentang hidupku dan aku sendiri

Oh Tuhan...
Semestinya raga yang bernyawa ini sadar ada Kau
Ada Engkau yang bisa kujadikan tempat bersandar,tempat mengeluh,
Tempat berlabuh..
Yang jauh lebih istimewa dan baik tanpa cela
Yang pastinya tak akan pernah mengumumkan rasa maluku akan rindu yang tak sempurna,
Tentang sepi yang membuatku merana,tentang dia dan cerita yang membosankan tentangnya

Dan sebaliknya aku...
Tertatih galau mencari pegangan..
Yang begitu ahli berlari dan menjadikan tulisan sebagai pelabuhan..
Ampuni aku Tuhan..hanya lewat ini aku mencurahkan hati
Dan masih percaya bahwa Kau tidak akan pernah pergi
Seperti dia,cerita dia,dan cinta mereka.

0 komentar:

Posting Komentar