Aku membayangkan kita bertemu..
Tersenyum tulus padaku dan menceritakan harimu yang melelahkan
Dan aku menyeduhkan kau segelas teh yang mengepulkan asap hangat..sehangat tawamu
Lalu aku suguhi kamu dengan potongan roti bakar keju kesukaanmu
Sembari memijat bahu kokohmu
Yang menjadi tempat ternyamanku melabuhkan cerita,suka dan airmata
Betapa sederhananya cinta..
Tak banyak tuntutan..hanya kasih,pemberian,dan penerimaan
Kita hanya mencari cara tersederhana dan teradil untuk saling berbagi
Tanpa kamuflase ataupun hanya pujian kosong tentang betapa nikmatnya pijatan dibahumu
Atau betapa hangatnya rumah kita setiap harinya...
Betapa sederhananya cinta...
Tak ada keraguan atau ego atas nama harga diri
Ketika dengan lembutnya kau ambil alih tugasku di dapur,
Dan kau bilang aku telah cukup bekerja keras hari ini
Padahal aku tidak pernah lebih lelah daripada kamu
Tapi itu ketika aku membayangkan kita bertemu..
Kenyataannya kita tidak pernah bertemu
Tidak dengan cara sesederhana itu..
Puluhan kali pun kita bertatap muka..
Berpuluh kali pula cerita rumit yang tercipta..
Berpuluh-puluh kali aku menemukan ketidakjujuran dari setiap kata dan sikap yang kamu bahkan aku sendiri tunjukkan.
Itu kenyataannya..
Itu yang selalu terjadi
Itu yang aku temukan dan itu yang aku rasakan
Betapa rumitnya kamu..
Rumitnya kisah ini..
Biar aku coba sederhanakan kali ini..
Aku adalah seseorang yang hanya ingin menciptakan kisah sederhana
Hanya aku dan kamu tanpa tambahan dia,dia,dan dia yang lain..
Aku hanya ingin cinta yang sederhana..
Yang bisa kutemukan di kotak-kotak terbungkus pita satu warna
Aku suka ungu,hijau,biru,bahkan hitam..
Tapi hanya satu warna atau senada..
Karena aku suka kesederhanaan..
Tidak perlu kau datang dengan mobil mewah ataupun pakaian metropolis dan mengajakku berdansa
Karena aku merasa tidak biasa..
Cukup apa adanya...
Tidak perlu dibuat ada...
Mauku hanya sesederhana ini..
Kenapa semua jadi nampak begitu rumit dan dibuat sulit..
Hari ini aku membayangkan hari itu
Setahun lagi..
Pada saat aku datang..aku ingin melihatmu menyederhanakan dunia kita
Dengan apa yang selama ini kita sebut cinta...
12/10/2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar